Kamis, 17 Desember 2015

SNOW WHITE




Pada suatu hari, hiduplah seorang Raja dan Ratu di sebuah istana. Sang Ratu sedang hamil dan Sang Raja pun tidak sabar menanti kehadiran anak mereka. Mereka hidup sangat berkecukupan, namun Sang Raja dan Ratu tidak pernah sombong dan selalu rendah hati.       Suatu hari pada musim salju, Sang Ratu sedang menjahit. Tidak sengaja jari Sang Ratu tertusuk jarum dan mengeluarkan setetes darah. Sang Ratu pun langsung berdoa dalam hati “semoga anakku kelak mempunyai rambut yang hitam, mata yang bulat dan bibir yang merah seperti darah dan mempunya hati yang putih seputih salju”.
Beberapa minggu kemudian, Sang Ratu pun melahirkan. Dia dikarunia seorang gadis mungil dan cantik jelita seperti doanya waktu itu. Sang Raja dan Ratu pun sangat terharu karena bahagia. Karena saat melahirkan pada musim salju, maka sang anak diberi nama Snow White. Tapi, kebahagiaan itu hilang seketika karena Sang Ratu meninggal dunia. Saat duka masih menyelimuti Sang Raja, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Gabriela. Dia tak kalah cantiknya dengan Sang Ratu. Sang Raja pun akhirnya jatuh cinta kepada Gabriela dan akan menikahinya.
Ketika mereka sudah menikah, mereka pun hidup bahagia. Di suatu ruangan, Gabriela yang kini menjadi Sang Ratu mempunyai sebuah kaca besar ajaib. Sang ratu pun berkata “kaca, kaca, kaca di dinding. Siapakah yang paling cantik didunia ini?” kaca pun menjawab “kamu baginda, tapi ada yang lebih cantik daripada kamu” dengan kaget dia menjawab “siapa? Berani-beraninya dia mengalahkan kecantikanku!” kacapun menjawab “Snow White, Baginda. Dia lebih cantik dibandingkan apapun. Tapi dia akan kalah jika kamu berhasil mengambil jantungnya”. Sang Ratu pun langsung mencari pemburu yang handal untuk menangkap Snow White.
Dengan strategi yang sudah diatur, sang pemburu pun mengajak jalan-jalan Snow White ke hutan. Pemburu mulai mengambil sebilah pisau dan siap ingin membunuh Snow White yang ada didepannya. Snow White sangat terkejut dan pemburupun langsung meminta maaf dan mengurungkan niatnya untuk membunuh Snow White karena ia tidak tega. Akhirnya sang pemburu pun menceritakan semuanya dan menyuruh Snow White pergi jauh. Sang pemburu pun pulang dengan membawa jantung babi rusa sebagai pengganti jantung Snow White.
Snow White menemui sebuah rumah kecil dan ia pun memasukinya untuk makan dan beristirahat. Setelah ia terbangun ia menemui 7 orang kerdil dan membuat kesepakatan jika Snow White ingin tinggal dengan mereka, maka Snow White harus membersihkan rumah dan membuatkan makan malam sebelum mereka pulang kerja. Snow White setuju dengan kesepakatan tersebut.
Setelah beberapa hari lamanya, Sang Ratu baru mengetahui bahwa jantung itu bukan jantung Snow White. Sang Ratu pun mempunyai siasat baru, dia membuat sebuah ramuan dan dia berubah menjadi seorang nenek tua yang berjualan baju. Dia berkunjung kerumah Snow White. Snow White sangat tertarik melihat bajunya, sang nenek pun memakaikan baju tersebut dan menarik tali belakangnya dengan kuat sampai snow white pingsan. Saat para kerdil sampai rumah, ia terkejut melihat Snow White pingsan dan langsung membuka baju yang dicobanya. Snow White pun sadar dan langsung menceritakan semuanya. Para kerdil memperintahkan Snow White untuk tidak membukakan pintu buat siapapun kecuali mereka. Snow White pun mengerti dan paham.
Keesokan harinya, Sang Ratu pun membuat ramuan lagi karena cara pertamanya gagal. Dia merubah diri menjadi nenek tua yang berjualan sisir dan langsung menemui Snow White. Awalnya Snow White tidak ingin membukakan pintu, tapi akhirnya Snow White tertarik juga dengan sisir tersebut. Setelah dicobanya, Snow White jatuh pingsan lagi. Setelah para kerdil sampai rumah dan melihat Snow White pingsan dengan sisir yang tersangkut di rambutnya, para kerdil langsung melepas sisirnya dan Snow White pun langsung terbangun dan menceritakan semuanya. Lagi-lagi Snow White diperintahkan untuk tidak membukakan pintu bagi siapapun kecuali teman kecilnya ini.


Ratu pun tak habis akal. Dia membuat ramuan lagi untuk membunuh Snow White karena cara pertama dan keduanya sudah gagal. Dia merubah dirinya menjadi nenek tua yang berjualan apel dan langsung bergegas untuk menemui Snow White. Sesampainya nenek itu disana, Snow White tidak mengizinkan sang nenek untuk masuk. Tetapi karena sang nenek terus menerus merayu untuk mencoba sebuah apel, akhirnya Snow White tertarik untuk mencoba apel tersebut. Lagi lagi Snow White pingsan. Setelah para kerdil sampai rumah dan melihat Snow White tergeletak tak berdaya, para kerdil pun sedih dan menangis.
Keesokan paginya, para kerdil pun memasukkan Snow White kedalam sebuah peti transparan dan membawanya ke tempat bebatuan yang lebih tinggi. Para kerdil sangat bersedih hati karena telah kehilangan sahabatnya. Saat duka masih menyelimuti para 7 kerdil, ada seorang Pangeran yang datang dan melihat Snow White yang terbujur kaku dalam petinya. Dia mengatakan bahwa ia ingin menikahinya. Para kerdil heran dan ragu karena Pangeran ini ingin menikahi Snow White yang sudah meninggal. Tetapi karena Sang Pangeran begitu yakin ingin menikahinya. Para pelayannya membawa peti Snow White ke kerajaannya. Saat peti sedang dibawa, Snow White pun terbangun dan Sang Pangeran menyuruh pelayannya untuk menurunkan petinya. Dia mengatakan kepada Snow White bahwa dia akan menikahinya. Dan Snow White pun menerimanya.
Saat pernikahan sedang berlangsung, Sang ratu pun datang ke kerajaan Pangeran karena memang sebelumnya Ratu telah mengetahui bahwa Snow White menikah dengan seorang pangeran. Snow White pun langsung ketakutan melihat ibu tirinya itu, dan pangeran pun langsung memanggil anak buahnya untuk membawa besi panas dan dipakaikan ke kaki sang ratu. Sang ratu pun berontak setelah dipakaikan besi panas dikakinya sampai melepuh. Sampai akhirnya Sang Ratu pun meninggal.
Akhirnya, Snow White dan Pangeran dapat hidup bahagia selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar