Pada suatu hari,
hiduplah seorang Raja dan Ratu di sebuah istana. Sang Ratu sedang hamil dan
Sang Raja pun tidak sabar menanti kehadiran anak mereka. Mereka hidup sangat
berkecukupan, namun Sang Raja dan Ratu tidak pernah sombong dan selalu rendah
hati. Suatu hari pada musim salju,
Sang Ratu sedang menjahit. Tidak sengaja jari Sang Ratu tertusuk jarum dan mengeluarkan
setetes darah. Sang Ratu pun langsung berdoa dalam hati “semoga anakku kelak mempunyai rambut yang hitam, mata yang bulat dan bibir
yang merah seperti darah dan mempunya hati yang putih seputih salju”.
Beberapa minggu
kemudian, Sang Ratu pun melahirkan. Dia dikarunia seorang gadis mungil dan
cantik jelita seperti doanya waktu itu. Sang Raja dan Ratu pun sangat terharu
karena bahagia. Karena saat melahirkan pada musim salju, maka sang anak diberi
nama Snow White. Tapi, kebahagiaan itu hilang seketika karena Sang Ratu
meninggal dunia. Saat duka masih menyelimuti Sang Raja, ia bertemu dengan
seorang perempuan bernama Gabriela. Dia tak kalah cantiknya dengan Sang Ratu.
Sang Raja pun akhirnya jatuh cinta kepada Gabriela dan akan menikahinya.
Ketika mereka
sudah menikah, mereka pun hidup bahagia. Di suatu ruangan, Gabriela yang kini
menjadi Sang Ratu mempunyai sebuah kaca besar ajaib. Sang ratu pun berkata “kaca, kaca, kaca di dinding. Siapakah yang
paling cantik didunia ini?” kaca pun menjawab “kamu baginda, tapi ada yang lebih cantik daripada kamu” dengan
kaget dia menjawab “siapa? Berani-beraninya
dia mengalahkan kecantikanku!” kacapun menjawab “Snow White, Baginda. Dia lebih cantik dibandingkan apapun. Tapi dia
akan kalah jika kamu berhasil mengambil jantungnya”. Sang Ratu pun langsung
mencari pemburu yang handal untuk menangkap Snow White.
Dengan strategi
yang sudah diatur, sang pemburu pun mengajak jalan-jalan Snow White ke hutan.
Pemburu mulai mengambil sebilah pisau dan siap ingin membunuh Snow White yang
ada didepannya. Snow White sangat terkejut dan pemburupun langsung meminta maaf
dan mengurungkan niatnya untuk membunuh Snow White karena ia tidak tega.
Akhirnya sang pemburu pun menceritakan semuanya dan menyuruh Snow White pergi
jauh. Sang pemburu pun pulang dengan membawa jantung babi rusa sebagai
pengganti jantung Snow White.
Snow White
menemui sebuah rumah kecil dan ia pun memasukinya untuk makan dan beristirahat.
Setelah ia terbangun ia menemui 7 orang kerdil dan membuat kesepakatan jika
Snow White ingin tinggal dengan mereka, maka Snow White harus membersihkan
rumah dan membuatkan makan malam sebelum mereka pulang kerja. Snow White setuju
dengan kesepakatan tersebut.
Setelah beberapa hari
lamanya, Sang Ratu baru mengetahui bahwa jantung itu bukan jantung Snow White.
Sang Ratu pun mempunyai siasat baru, dia membuat sebuah ramuan dan dia berubah
menjadi seorang nenek tua yang berjualan baju. Dia berkunjung kerumah Snow White.
Snow White sangat tertarik melihat bajunya, sang nenek pun memakaikan baju
tersebut dan menarik tali belakangnya dengan kuat sampai snow white pingsan.
Saat para kerdil sampai rumah, ia terkejut melihat Snow White pingsan dan
langsung membuka baju yang dicobanya. Snow White pun sadar dan langsung menceritakan
semuanya. Para kerdil memperintahkan Snow White untuk tidak membukakan pintu
buat siapapun kecuali mereka. Snow White pun mengerti dan paham.
Keesokan harinya,
Sang Ratu pun membuat ramuan lagi karena cara pertamanya gagal. Dia merubah
diri menjadi nenek tua yang berjualan sisir dan langsung menemui Snow White.
Awalnya Snow White tidak ingin membukakan pintu, tapi akhirnya Snow White
tertarik juga dengan sisir tersebut. Setelah dicobanya, Snow White jatuh pingsan
lagi. Setelah para kerdil sampai rumah dan melihat Snow White pingsan dengan
sisir yang tersangkut di rambutnya, para kerdil langsung melepas sisirnya dan
Snow White pun langsung terbangun dan menceritakan semuanya. Lagi-lagi Snow White
diperintahkan untuk tidak membukakan pintu bagi siapapun kecuali teman kecilnya
ini.
Ratu pun tak
habis akal. Dia membuat ramuan lagi untuk membunuh Snow White karena cara
pertama dan keduanya sudah gagal. Dia merubah dirinya menjadi nenek tua yang berjualan
apel dan langsung bergegas untuk menemui Snow White. Sesampainya nenek itu
disana, Snow White tidak mengizinkan sang nenek untuk masuk. Tetapi karena sang
nenek terus menerus merayu untuk mencoba sebuah apel, akhirnya Snow White
tertarik untuk mencoba apel tersebut. Lagi lagi Snow White pingsan. Setelah
para kerdil sampai rumah dan melihat Snow White tergeletak tak berdaya, para
kerdil pun sedih dan menangis.
Keesokan paginya,
para kerdil pun memasukkan Snow White kedalam sebuah peti transparan dan
membawanya ke tempat bebatuan yang lebih tinggi. Para kerdil sangat bersedih
hati karena telah kehilangan sahabatnya. Saat duka masih menyelimuti para 7
kerdil, ada seorang Pangeran yang datang dan melihat Snow White yang terbujur
kaku dalam petinya. Dia mengatakan bahwa ia ingin menikahinya. Para kerdil
heran dan ragu karena Pangeran ini ingin menikahi Snow White yang sudah
meninggal. Tetapi karena Sang Pangeran begitu yakin ingin menikahinya. Para
pelayannya membawa peti Snow White ke kerajaannya. Saat peti sedang dibawa,
Snow White pun terbangun dan Sang Pangeran menyuruh pelayannya untuk menurunkan
petinya. Dia mengatakan kepada Snow White bahwa dia akan menikahinya. Dan Snow
White pun menerimanya.
Saat pernikahan
sedang berlangsung, Sang ratu pun datang ke kerajaan Pangeran karena memang
sebelumnya Ratu telah mengetahui bahwa Snow White menikah dengan seorang
pangeran. Snow White pun langsung ketakutan melihat ibu tirinya itu, dan
pangeran pun langsung memanggil anak buahnya untuk membawa besi panas dan
dipakaikan ke kaki sang ratu. Sang ratu pun berontak setelah dipakaikan besi
panas dikakinya sampai melepuh. Sampai akhirnya Sang Ratu pun meninggal.
Akhirnya, Snow
White dan Pangeran dapat hidup bahagia selamanya.

